Kamis, 11 April 2019

Opini : Perubahan dan Kenyamanan


Perubahan dan Kenyamanan



Berbicara tentang perubahan dan kenyamanan.


Sebagian besar perubahan itu sebenarnya berasal dari diri kita sendiri, hanya saja banyak yang merasa acuh dan merasa perubahan itu tidak diterima oleh orang lain. Tumbuh dan berkembang dalam lingkungan hidup yang seperti itu bukan saja menyebalkan, namun juga perlahan jiwa-jiwa yang telah tumbuh di dalamnya bibit perubahan ke arah yang lebih baik itu akan padam.



​Kenyamanan itu bukan dicari, tapi seharusnya diciptakan. Ketika kita memilih tinggal, maka bukan lagi melulu tentang diri kita sendiri. Di sana, rasa nyaman  dan kerasan kemudian berhubungan pula dengan apa-apa yang hidup di dalamnya.



​Kedua hal tersebut -- kenyamanan dan perubahan -- saling berkaitan erat. Orang-orang hebat yang sudah merasa jenuh dengan keadaan pada tempat di mana dia memilih tinggal, akan memikirkan bagaimana seharusnya, kemudian merealisasikannya. Namun, orang-orang yang belum siap, biasanya akan menolak bahkan berusaha mematikan perubahan itu. Maka, bagaimana rasa nyaman akan tercipta di sana jika dalam sesamanya saja ada usaha untuk saling menjatuhkan, diam-diam saling menghujat bukannya bersama memikirkan apa yang harus dilakukan, seolah membatasi diri dan meraup sebanyak-banyaknya pembenaran dari orang lain, hidup bersama tapi berusaha saling membunuh.



Kita tentu akan terkejut ketika ada orang hebat yang memilih berhenti berproses dan meninggalkan tempat di mana dia tinggal. 

Terkesan tidak bertanggung jawab?

Mungkin saja dia ingin hidup bersama kita, namun tanpa sadar kita mematikannya perlahan. Dalam kondisi sekarat dia disadarkan bahwa masih ada harapan untuk hidup, makanya dia memilih pergi. 



Pada kondisi seperti itu, apakah tidak cukup membuat kita tertampar keras, tidakkah kemudian kita berpikir, meresapinya, memperbaikinya.