Rabu, 17 Oktober 2018

Puisi: PULANG

PULANG
- Rosa Indah Dewantari -


      Selepas urat-urat itu mengendur, segalanya menjadi ringan semacam kapas ilalang. Aku bisa mendengarmu menyanyikan kidung tentang laramu, bahkan deru nafasmu yang melenguh sekalipun.
         Katamu pada cacing dan _entong_ pada gulungan daun pisang muda pagi itu, bahwa kau baik-baik saja. Pada kupu-kupu kau bercerita tentang berlibur ke negeri antah berantah yang kau impikan.
         Namun padaku kau meratap ingin melepas topeng yang kian hari bertambah usang, memintaku untuk mengakhiri semuanya, agar kau kembali pada keharibaan yang Agung.

Katamu..
"... atau paling tidak, Aku ingin kembali ke selangkangan Ibu."

Puisi: KAU HARUS PULANG

KAU HARUS PULANG
- Rosa Indah Dewantari -


      Kau melenguh panjang beberapa kali. Sedang gusar nampaknya, lantas kudekati, kutawarkan sedikit ketenangan. Kau terhenyak, menatapku lurus.
     Apa ini? Gemuruh apa yang telah meluluhlantakkan kedua manik mata di depanku. "Apakah kau baik-baik saja?", tanyaku bahkan tak kalah lirih dari deru nafasmu. Kau hanya diam. Aku pun diam.
     Guncangan yang semula perlahan, berubah semakin hebat. Sedu sedan, isak mengisak, kala kau tangkupkan kedua tanganmu di wajah. Aku muak. Tak hanya sekali dua kali kau seperti ini. 
      Kali ini pun aku mengerti. Ku ambil pisau lipat dari tas selempangku dan... yahh kau tersenyum. "Terimakasih," katamu. Dan aku menyaksikan bagaimana kau perlahan melepaskan semua luka, bersama pisau yang ku tusuk tepat di ulu hatimu.